{"id":6381,"date":"1900-01-01T00:00:00","date_gmt":"1900-01-01T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/sanglahhospitalbali.com\/v2\/?p=124"},"modified":"1900-01-01T00:00:00","modified_gmt":"1900-01-01T00:00:00","slug":"dna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/profngoerahhospitalbali.com\/home\/1900\/01\/01\/dna\/","title":{"rendered":"DNA"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: x-small;\"><strong>DNA<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>DNA<\/strong>&nbsp;merupakan kependekan dari&nbsp;<em>deoxyribonucleic  acid<\/em>&nbsp;atau dalam Bahasa Indonesia sering juga disebut<strong>ADN<\/strong>&nbsp;yang  merupakan kependekan dari&nbsp;<strong>asam deoksiribonukleat<\/strong>. DNA atau ADN ini  merupakan materi genetik yang terdapat dalam tubuh setiap orang yang diwarisi  dari orang tua. DNA terdapat pada inti sel di dalam struktur&nbsp;<strong>kromosom<\/strong>&nbsp;dan  pada&nbsp;<strong>mitokondria<\/strong>.<br \/> Fungsinya sebagai cetak biru yang berfungsi sebagai pemberi kode  untuk tiap manusia seperti untuk warna rambut, bentuk mata, bentuk wajah, warna  kulit, dan lainnya. Pengenalan tentang struktur DNA diperkenalkan oleh Francis  Crick, ilmuwan asal Inggris dan James Watson asal Amerika Serikat pada tahun  1953.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"..\/uploaded\/image\/dna.jpg\" alt=\"Peta DNA\" width=\"300\" height=\"242\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mempermudah kita memahami seperti apa  DNA, coba Anda pikirkan sebuah kalimat. Kalimat tersebut disusun dari beberapa  kata. Dan setiap kata dibentuk dari beberapa abjad. Dapat dikatakan, abjad  adalah unsur dasar dari banyak bahasa. Prinsip yang serupa juga bisa diterapkan  pada DNA. Pada tingkat molekuler, &#8220;abjad&#8221; utama disediakan oleh DNA.  Yang menakjubkan adalah bahwa &#8220;abjad&#8221; ini hanya terdiri dari empat  huruf yaitu A, C, G, dan T, yang merupakan lambang basa kimia adenin,  sitosin&nbsp;<em>(cytosine)<\/em>, guanin, dan timin. Senyawa ini membentuk ikatan  yang eksklusif, di mana adenin akan selalu berpasangan dengan timin dan guanin  akan selalu berpasangan dengan sitosin.<br \/> Bentuk dari DNA adalah seperti spiral ganda yang menyatu dengan  rapat. DNA terdiri dari 4 pasangan basa A, C, G, dan T yang merupakan komponen  kimiawi yang mengandung nitrogen. Urutan basa-basa pada molekul DNA-lah yang  menentukan informasi genetika yang terdapat di dalamnya. Singkatnya, urutan ini  menentukan hampir segala sesuatu tentang Anda, dari warna rambut, warna kulit,  hingga bentuk hidung Anda.<br \/> Setiap manusia memiliki 23 pasang kromosom yang terdiri dari 22  pasang kromosom somatik dan 1 pasang kromosom penentu jenis kelamin. Kromosom  XX menentukan seseorang dengan jenis kelamin wanita dan XY untuk seseorang yang  berjenis kelamin laki-laki. Kromosom ini didapat dari orang tua, separuh dari  ibu dan separuh lagi dari ayah.<\/p>\n<div>\n<p><span style=\"font-size: x-small;\"><strong>Tes DNA<\/strong><\/span><\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>DNA<\/strong>&nbsp;pada mitokondria yang dikenal dengan  nama&nbsp;<strong>DNA mitokondria<\/strong>&nbsp;didapat secara keseluruhan dari ibu. Tes  dengan mengembil DNA mitokondria seseorang dapat mengidentifikasi seseorang  apakah memiliki hubungan keluarga dengan keluarga dari pihak ibu atau hubungan  keluarga secara maternal. Caranya dengan membandingkan DNA mitokondria yang  dimilikinya dengan ibu kandung, nenek atau saudara kandung dari ibu.<br \/> Karena seorang ibu menurunkan secara penuh DNA mitokondria  kepada anaknya, bagaimana dengan ayah? Seorang ayah akan mewariskan kromosom Y  pada anak laki-lakinya (karena kromosom Y hanya dimiliki laki-laki yang  kromosom seksnya XY). Sedangkan anak perempuan tidak memiliki kromosom Y  (kromosom seks perempuan XX).<br \/> Untuk membuktikan hubungan seseorang dengan keluarga pihak ayah  bisa dilakukan dengan membandingkan kromosom Y seorang anak dengan ayah  kandungnya atau dengan saudara kandung dari pihak ayah. Karena pemeriksaan  kromosom Y hanya untuk anak laki-laki, maka bagaimana cara melakukan tes DNA  pada seorang anak perempuan?<br \/> Tes DNA dilakukan  dengan cara mengambil DNA dari&nbsp;<strong>kromosom somatik<\/strong>. Ikatan DNA pada  bagian somatik hampir sama pada setiap orang karena berfungsi membentuk fungsi  dan organ tubuh. Kesalahan urutan dapat menyebabkan gangguan pada manusia yang  bersangkutan. Tetapi pada inti sel ini pula terdapat area yang dikenal sebagai  area STR&nbsp;<em>(short tandem repeats)<\/em>. Area ini tidak memberi kode untuk  melakukan sesuatu.<br \/> STR inilah yang bersifat unik karena berbeda pada setiap orang.  Perbedaanya terletak pada urutan pasang basa yang dihasilkan dan urutan  pengulangan STR. Urutan AGACC akan berbeda dengan seseorang yang memiliki  untaian AGACT. Begitu juga dengan urutan pengulangan yang bersifat unik. Pola  STR ini diwariskan dari orang tua.<\/p>\n<div>\n<p><em><strong>Bagaimana Tes DNA Dilakukan?<\/strong><\/em><\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam contoh ini adalah tes DNA untuk membuktikan apakah seorang  anak benar-benar adalah anak kandung dari sepasang suami dan istri. Cara  memeriksa tes DNA dilakukan dengan cara mengambil STR dari anak. Selanjutnya,  di laboratorium akan dianalisa urutan untaian STR ini apakah urutannya sama  dengan seseorang yang dijadikan pola dari seorang anak. Urutan tidak hanya  satu-satunya karena pemeriksaan dilanjutkan dengan melihat nomor kromosom.<br \/> Misalnya, hasil pemeriksaan seorang anak ditemukan bahwa pada  kromosom nomor 3 memiliki urutan AGACT dengan pengulangan 2 kali. Bila ayah  atau ibu yang mengaku orang tua kandungnya juga memiliki pengulangan sama pada  nomor kromosom yang sama, maka dapat disimpulkan antara 2 orang itu memiliki hubungan  keluarga.<br \/> Seseorang dapat dikatakan memiliki hubungan darah jika memiliki  16 STR yang sama dengan kelurga kandungnya. Bila urutan dan pengulangan sama,  maka kedua orang yang dicek memiliki ikatan saudara kandung atau hubungan darah  yang dekat. Jumlah ini cukup kecil dibandingkan dengan keseluruhan ikatan  spiral dalam tubuh kita yang berjumlah miliaran.<br \/> Tes DNA dilakukan  dengan mengambil sedikit bagian dari tubuh Anda untuk dibandingkan dengan orang  lain. Bagian yang dapat diambil untuk dicek adalah rambut, air liur, urine,  cairan vagina, sperma, darah, dan jaringan tubuh lainnya. Sampel ini tidak akan  berubah sepanjang hidup seseorang. Penggunaan alkohol,&nbsp;<a title=\"rokok\" href=\"http:\/\/kumpulan.info\/sehat\/artikel-kesehatan\/48-artikel-kesehatan\/255-mengapa-berhenti-rokok.html\"><strong>rokok<\/strong><\/a>&nbsp;atau  obat-obatan tidak akan mengubah susunan DNA. Hasil tes DNA akan dijalankan dari  pasien baru dapat dilihat 2-4 minggu. Biaya yang dibutuhkan untuk tes DNA saat  ini sekitar 7 hingga 8 juta rupiah.<\/p>\n<div>\n<p><span style=\"font-size: x-small;\"><strong>Manfaat Tes DNA<\/strong><\/span><\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tes DNA saat ini telah  menjadi tren untuk membuktikan kaitan hubungan darah seseorang. Mengingat  banyaknya&nbsp;<a title=\"perselingkuhan\" href=\"http:\/\/kumpulan.info\/keluarga\/perkawinan\/69-perkawinan\/231-selingkuh-di-kantor-apakah-berbahaya.html\"><strong>perselingkuhan<\/strong><\/a>&nbsp;serta  hubungan seks bebas, telah menghasilkan banyak anak yang dipertanyakan  asal-usul orang tuanya. Karena itu, banyak pasangan melakukan tes DNA untuk  membuktikan asal-usul anak yang dilahirkan tersebut.<br \/> Bahkan di beberapa negeri, sudah banyak klinik tes DNA. Banyak  juga yang menggunakan tes DNA karena curiga terhadap pasangannya. Beberapa  orang menyerahkan barang-barang pribadi milik pasangannya ke klinik untuk  diteliti apakah pasangannya berhubungan dengan orang lain yang bukan  pasangannya.<br \/> Di kepolisian, tes DNA juga digunakan untuk tes forensik. Tes  DNA merupakan bukti yang paling akurat untuk tes identifikasi seseorang  dibanding sidik jari. Dengan tes DNA, kepolisian bisa memberi bukti autentik  mengenai mayat yang sudah hancur, asalkan bisa diambil sampel jaringan pada  tubuh mayat tersebut.<br \/> Selain untuk mendeteksi hubungan keluarga, tes DNA juga  berfungsi untuk mendeteksi suatu penyakit tertentu hingga penyakit yang  kompleks. Dengan tes DNA bisa diketahui penyebab suatu penyakit apalagi yang  bersifat penyakit turunan.<br \/> Kemajuan teknologi  telah membuat lebih banyak hal baru yang bisa dipelajari.&nbsp;<strong>DNA<\/strong>&nbsp;pada  saat ini merupakan tes identifikasi yang paling akurat dan dapat dipercaya.  Informasi tentang&nbsp;<strong>tes DNA<\/strong>&nbsp;di atas semoga dapat membantu Anda  mengenal lebih dekat dengan proses tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DNA DNA&nbsp;merupakan kependekan dari&nbsp;deoxyribonucleic acid&nbsp;atau dalam Bahasa Indonesia sering juga disebutADN&nbsp;yang merupakan kependekan dari&nbsp;asam deoksiribonukleat. DNA atau ADN ini merupakan materi genetik yang terdapat dalam tubuh setiap orang yang diwarisi dari orang tua. DNA terdapat pada inti sel di dalam struktur&nbsp;kromosom&nbsp;dan pada&nbsp;mitokondria. Fungsinya sebagai cetak biru yang berfungsi sebagai pemberi kode untuk tiap manusia seperti untuk warna rambut, bentuk mata, bentuk wajah, warna kulit, dan lainnya. Pengenalan tentang struktur DNA[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-6381","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/profngoerahhospitalbali.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/profngoerahhospitalbali.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/profngoerahhospitalbali.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/profngoerahhospitalbali.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/profngoerahhospitalbali.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6381"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/profngoerahhospitalbali.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6381\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/profngoerahhospitalbali.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/profngoerahhospitalbali.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/profngoerahhospitalbali.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}