Intensive Care Unit (ICU) adalah sebuah kesatuan layanan di rumah sakit yang disiapkan untuk pasien-pasien kritis dengan ancaman akan atau sedang mengalami gagal fungsi organ. Semakin banyak kegagalan fungsi organ semakin tinggi kemungkinan kematian terjadi, sehingga diperlukan beberapa sistem penilaian atau skoring untuk memprediksi keparahan kondisi pasien, perburukan hingga kematian. Beberapa sistem skoring yang sering digunakan di ICU adalah APACHE II, SOFA dan SAPS III. Penilaian ini akan dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih.

APACHE (Acute Physiology and Chronic Health Evaluation) adalah skor yang memprediksi hasil akhir dari suatu keadaan kritis. APACHE II merupakan sistem penilaian baku yang sering digunakan di Indonesia. Aspek yang dinilai meliputi 12 aspek diantaranya mean arterial pressure (MAP), denyut jantung, suhu, frekuensi pernapasan, oksigenasi, pH darah atau serum HCO3, kadar natrium serum, kadar kalium serum, serum kreatinin, hematokrit, jumlah sel darah putih, penilaian kesadaran dengan Glasgow Coma Score (GCS), kondisi kesehatan kronis berdasarkan penyakit-penyakit yang diderita pasien dan umur. APACHE II memiliki kekurangan berupa tidak semua parameter yang dinilai tersedia di semua fasilitas kesehatan. Semakin tinggi angka hasil penilaian APACHE semakin besar juga kemungkinan pasien dapat meninggal.

Skor SAPS (Simplified Acute Physiology Score) menilai keadaan pasien dari periode sebelum masuk rumah sakit, kejadian yang mendorong masuk rumah sakit dan penurunan fungsi fisiologis yang baru terjadi. Nilai yang berada di atas ambang batas harus ditinjau kembali dalam 24 jam pertama setelah dirawat di ICU untuk mengevaluasi kondisi pasien dan memperkirakan risiko kematian saat dirawat di rumah sakit. SAPS menggunakan 14 aspek klinis dan nilai laboratorium fisiologis yang mudah diukur. Dan versi terbaru SAPS II terdiri dari 12 aspek fisiologi, usia, dan tiga variabel penyakit yang mendasarinya. Nilai didasarkan pada tingkat dan ketidaksesuaian prognostik dari gangguan pada aspek-aspek ini dalam 24 jam pertama setelah dirawat ICU.

SOFA (Sequential Failure Assessment) pada awalnya disusun sebegai penilaian sederhana mengenai gangguan fungsi organ pada pasien sepsis. Tapi kemudian kata sepsis diganti dengan kata sequential yang menjadikan penilaian ini dapat digunakan lebih luas. SOFA menilai fungsi pada 6 organ yaitu otak, jantung dan pembuluh darah, fungsi pembekuan daruh, fungsi dari ginjal, fungsi hati, dan fungsi pernapasan pasien. Nilai yang diberikan berkisar 0 yang berarti normal hingga 4 yang artinya sangat abnormal, semakin tinggi nilainya semakin tinggi kemungkinan kematian yang dapat terjadi. Penilaian pada pasien dilakukan pada awal pasien masuk rumah sakit untuk SOFA.

Dalam sistem-sistem penilaian ini memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing, sehingga dalam menilai sebaiknya digunakan beberapa sistem sekaligus. Pada akhirnya sistem-sistem penilaian di atas bukan hal yang mutlak dalam menentukan prognosis atau hasil akhir keluaran dari seorang pasien yang dirawat di ICU. Sistem penilaian yang ada hanya merupakan suatu alat untuk mengevaluasi konsidi pasien. Perlu penanganan yang holistik dan menyeluruh serta kolaborasi dari beberapa bidang ilmu dalam menangani seorang pasien dalam keadaan kritis.

Penulis:

Dr. Cynthia Dewi Sinardja, Sp.An, MARS, FCC

Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana / RSUP Sanglah

Sumber referensi

  1. Manggala SK. Ilmu Dasar Terapi Intensif. In: Rehatta NM, Hanindito E, Tantri AR, Redjeki IS, Soenarto RF, Bisri DY at all. Anestesiologi dan Terapi Intensif Buku Teks KATI-PERDATIN. 1st Jakarta: Kompas Gramedia.p.888-90.
  2. Yulianto S, Indrisari. Severity Scoring Pada Pasien Kritis. Jurnal Ilmiah WIDYA Kesehatan dan Lingkungan. Volume 2 Nomor 2. 20 Desember 2020.p.65-72.
  3. Fauziyah HTA, Semedi BP, Maulya, Lestari P. Analisis Sistem Skoring APACHE II dan SOFA Terhadap Outcome di Intensive Care Unit RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Anestesiologi Indonesia. Volume 13 Nomor 2. 2021.p.99-113.
  4. Kadziolka I, Swistek R, Borowaka K, Tyszecki P, Serednicki W. Validation of APACHE II and SAPS II scales at the intensive care unit along with assessment of SOFA scale at the admission as an isolated risk of death predictor. Anaesthesiology Intensive Therapy.2019;51(2).p.107–11.