Otak merupakan organ yang vital bagi tubuh manusia. Oleh karena itu, otak memperoleh alirah darah yang sangat kaya dibandingkan dengan organ lainnya. Secara umum otak diperdarahi oleh cabang-cabang dari pembuluh darah besar yang terletak di leher (pembuluh darah karotis) dan tulang belakang (pembuluh darah vertebra). Peran pembuluh darah tersebut vital untuk menjaga kecukupan suplai nutrisi dan oksigen ke otak. Kurangnya suplai nutrisi dan oksigen akan menimbulkan berbagai gejala, baik sementara maupun permanen.

Bow Hunter’s Stroke merupakan salah satu jenis gangguan aliran pembuluh darah tulang belakang yang timbul akibat gerakan leher. Gangguan ini dapat timbul karena berbagai mekanisme, salah satu yang paling sering terjadi adalah pertumbuhan tulang berlebih di dekat pembuluh darah tulang belakang. Misalnya ketika terjadi pertumbuhan tulang berlebih di sebelah kiri dan pasien memalingkan leher ke kanan, terjadi penekanan pembuluh darah di sebelah kanan oleh tulang yang menyebabkan gangguan aliran darah ke otak. Pada sebagian besar kondisi, gangguan ini dapat diatasi oleh pembuluh darah sisi lainnya (sisi kiri). Namun pada kondisi dimana terdapat kelainan di pembuluh darah sisi kiri seperti gagal terbentuk, penyempitan, atau robekan pembuluh darah, aliran darah otak tidak dapat tercukupi dan terjadilah kondisi Bow Hunter’s Stroke. Selain pertumbuhan tulang berlebih, gangguan pembuluh darah juga dapat timbul dari pertumbuhan jaringan ikat berlebih, tumor, proses infeksi, trauma pada pembuluh darah, atau penyakit penumpukan plak di dalam pembuluh darah.

Bow Hunter’s Stroke menyerang dua hingga tiga dari seratus ribu orang, terutama laki-laki. Gangguan aliran darah otak menimbulkan kekurangan nutrisi dan oksigen sehingga timbul  keluhan seperti pusing berputar, melayang, perasaan ingin pingsan, penglihatan kabur, penglihatan ganda, telinga berdenging, mual/ muntah, gangguan gerak, kesemutan, rasa tebal, dan bahkan kelemahan anggota gerak yang dipicu oleh pergerakan leher ke satu sisi. Gejala-gejala di atas biasanya membaik atau bahkan menghilang ketika pasien kembali menghadap ke depan. Namun pada beberapa kasus, kekurangan aliran darah terjadi pada waktu yang cukup lama sehingga terjadi kematian sel otak dan gejala permanen.

Tidak semua gejala pusing berputar (vertigo) disebabkan oleh Bow Hunter’s Stroke karena kondisi ini sendiri cukup jarang terjadi. Untuk memastikan diagnosis Bow Hunter’s Stroke dan membedakannya dengan penyakit lain, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti ultrasound (USG) pembuluh darah, computed tomography angiography (CTA), digital subtraction angiography (DSA), atau magnetic resonance angiography (MRA). Pemeriksaan-pemeriksaan di atas merupakan pemeriksaan radiologi canggih yang berguna melihat struktur pembuluh darah sehingga dapat dilihat apabila terdapat penyempitan, robekan, atau kelainan lainnya. Selanjutnya setelah mengonfirmasi adanya kelainan tersebut, dokter akan menentukan rencana pengobatan berikutnya.

Karena Bow Hunter’s Stroke termasuk kasus yang jarang terjadi, saat ini belum terdapat kesepakatan terstandar untuk penanganan penyakit ini. Tetapi pada kasus ringan, dokter dapat menganjurkan penggunaan bantal pelindung leher untuk mengurangi gerakan berlebih pada leher serta anjuran untuk tidak memalingkan leher berlebihan. Obat-obatan seperti pengencer darah juga dapat diberikan untuk mencegah terjadinya stroke atau kematian sel otak akibat kekurangan aliran darah berlebihan.

Sedangkan pada kasus yang cukup berat, dokter dapat menganjurkan operasi. Pilihan operasi yang pertama adalah menghilangkan tekanan pada pembuluh darah dengan membuang bagian tulang yang menekannya. Pilihan operasi kedua adalah menyatukan segmen tulang leher dengan bantuan implan sehingga terjadi pembatasan gerakan leher. Baru-baru ini muncul pilihan operasi langsung pada pembuluh darah, yaitu pemasangan pipa yang dapat membuka dan memastikan aliran pembuluh darah lancar. Diharapkan aliran darah ini dapat menggantikan kekurangan aliran darah akibat kelainan pembuluh darah di sisi yang berlawanan.

Data mengenai luaran dari pasien dengan Bow Hunter’s Stroke masih sangat terbatas. Tetapi karena sebagian besar kasus Bow Hunter’s Stroke disebabkan oleh penekanan mekanik pada pembuluh darah, pembedahan ditemukan memiliki luaran yang lebih baik karena dapat secara cepat menghilangkan penekanan. Oleh karena itu, bila Anda atau kerabat Anda memiliki gejala seperti yang dipaparkan di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya pada dokter terdekat sehingga dapat diketahui dan ditangani secara dini.

Penulis:

Prof. Dr. dr. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa, M.Kes, Sp.BS(K)Spinal, FICS, FINSS

dr. Maria Monica

Sub Departemen/KSM/Prodi Spesialis Bedah Saraf FK Unud/RSUP Sanglah

 

Referensi

 

  1. Jadeja N, Nalleballe K. Pearls & Oysters: Bow hunter syndrome: A rare cause of posterior circulation stroke. Neurology [Internet]. 2018 Aug 14;91(7):329 LP – 331. Available from: http://n.neurology.org/content/91/7/329.abstract
  2. Rastogi V, Rawls A, Moore O, Victorica B, Khan S, Saravanapavan P, et al. Rare Etiology of Bow Hunter’s Syndrome and Systematic Review of Literature. J Vasc Interv Neurol. 2015 Jul 4;8.
  3. Anene-Maidoh T, Vega R, Fautheree G, Reavey-Cantwell J. An unusual case of pediatric bow hunter’s stroke. Surg Neurol Int. 2013 Nov 20;4:148.