Denpasar – RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah sukses menyelenggarakan Puncak Perayaan Kartini Berintegritas dan Kick Off RS Ngoerah Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dalam sebuah rangkaian acara yang penuh semangat, inspirasi, serta komitmen terhadap pelayanan publik yang unggul dan berintegritas. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya kerja yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Acara bergengsi ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan mitra strategis, di antaranya Inspektur I Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Heru Susanto, SE., SH., MH., CFE., CLA, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ditjen Keslan Kemenkes RI, Ny. Sri Hartanti Azhar Jaya, Dewan Pengawas RS Ngoerah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Direktur Utama RS Ngoerah beserta jajaran direksi, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Kepala BBKK Denpasar, Kepala KPKNL Denpasar, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali, Kepala KPP Pratama Denpasar Barat, para ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai instansi, para direktur rumah sakit daerah se-Bali, serta para mitra RS Ngoerah.

Suasana pembukaan acara semakin semarak dengan penampilan Tari Legong Kreasi Mahawidya, sebuah persembahan budaya yang memukau. Tarian tersebut dibawakan oleh putri dari Ibu Putu Suwindra Dewi, anggota Dharma Wanita Persatuan RS Ngoerah, yang sukses memikat perhatian para tamu undangan.

Ketua panitia, Dr. Ns. I Made Artana, SST, S.Kep., M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan perpaduan antara semangat emansipasi Kartini dan penguatan nilai integritas di lingkungan rumah sakit. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan, termasuk dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan dan berorientasi pada mutu pelayanan.

Sementara itu, Direktur Utama RS Ngoerah, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes, dalam sambutannya sekaligus secara resmi membuka acara menyampaikan bahwa pencanangan menuju WBBM bukan sekadar target administratif, melainkan komitmen nyata seluruh insan RS Ngoerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bersih dari korupsi, cepat, responsif, dan humanis.

“Perjalanan menuju WBBM adalah langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan integritas yang kuat, kita optimis RS Ngoerah dapat menjadi rumah sakit rujukan yang tidak hanya unggul dalam layanan medis, tetapi juga dalam tata kelola pemerintahan,” ujarnya.


Sebagai bagian dari penguatan wawasan, acara dilanjutkan dengan webinar bertajuk “Zona Integritas Menuju Layanan Prima” yang menghadirkan narasumber Heru Susanto. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya perubahan budaya organisasi, kepemimpinan yang visioner, serta konsistensi seluruh pegawai dalam menjalankan reformasi birokrasi.

Selanjutnya, para peserta juga mendapatkan inspirasi melalui talkshow bertajuk “Menguatkan ke Dalam, Menginspirasi ke Luar” bersama Ny. Sri Hartanti Azhar Jaya dan Dra. Retno Indaryati, M.Si., M.Kes, selaku moderator sekaligus psikolog RS Ngoerah. Sesi ini membahas pentingnya ketahanan internal, peran perempuan dalam organisasi, serta bagaimana nilai-nilai positif dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.
Rangkaian acara semakin meriah dengan pengumuman pemenang lomba Kartini Berintegritas, yang sebelumnya telah diikuti antusias oleh seluruh unit kerja. Beberapa kategori yang diperlombakan antara lain:
- Lomba Senam Integritas
- Lomba Video Integritas
Melalui kegiatan ini, RS Ngoerah tidak hanya merayakan semangat perjuangan Kartini, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, inovatif, dan melayani sepenuh hati.
Dengan semangat Kartini dan langkah pasti menuju WBBM, RS Ngoerah optimis terus menjadi institusi kesehatan yang dipercaya masyarakat serta menjadi teladan dalam pelayanan publik di Indonesia.

